Rabu, 15 Agustus 2012

Sweet *Bukankah kita sedang Latihan?!*

“Oke, kau duduklah!”
“Kau mau apa?!”
“Duduklaah, aku ingin menyampaikan sesuatu!”
“Sesuatu?!”
“Agh, cerewet! Dengarkan saja!”
“Baiklaah..!”
“Mungkin kalimat ‘aku mencintaimu’ terdengar aneh jika aku yang mengatakannya..karena..”
“jadi kau menyuruhku untuk mengatakan ‘aku mencintaimu’? begitu?!”
“Bukaan..aku..”
“Oh, kau sedang berpuisi?”
“Kau ini tidak sabaran! Daritadi terus saja bertanya.. tugasmu sekarang hanya mendengarku.. dan jangan tertawa!”
“baiklaah..lanjutkan! membuatku ingin tahu saja!”
“Ku ulang yah! Mungkin kalimat ‘aku mencintaimu’ terdengar aneh jika aku yang mengatakannya.. karena aku..”
“hahaha..!”
“Sudah kubilang jangan tertawa! Dengarkan saja.. tak usah berkomentar!”
“Baik..baik!”
“sampai di mana tadi?!”
“karena aku...?”
“iyah, karena aku... sudah tak tahu lagi dengan cara apa agar kau tahu perasaanku sebenarnya..!”
“....”
“mengapa kau diam saja? Dan kenapa kau memandangku seperti itu?!”
“Kau tadi melarangku berkomentar! Kau lupa?!”
“sekarang sudah boleh!”
“hhahaha!”
“Aku menyuruhmu berkomentar.. bukan tertawa..!”
“Apanya yang harus ku komentari?!”
“tentu saja kata-kataku tadi!”
“oh, Kau terlihat jelas menghapalkannya..!”
“Dari mana....dari mana kau tahu?!”
“Kertas di tanganmu itu.. aku melihatnya..! Hahahha..”
“mm... maaf!”
“Kau minta maaf? Kau ini lucu skali..hahah!”
“Daritadi kau terus menertawakanku.. membuatku gugup saja!”
“Hey..! pantas saja wajahmu me-merah!”
“Agh, sudahlah.. biar bagaimanapun aku memang mencintaimu!”
“Begitu caramu menyatakan cinta?!.. mana romantisnya!”
“Ayolaah.. kau mencintaiku juga atau tidak?!”
“Kau bertanya padaku?”
“Siapa lagi jika bukan kau! Dasar Bodoh!”
“Aku kira kau sedang latihan menyatakan cinta untuk calon wanitamu.. kau memangnya sedang menyukai siapa?! Katakan padaku! Biar kubantu..!”
“Apa yang ... Tuhaan..! Aku jadi tak mengerti!”
“hey.. siapa wanita yang kau maksud itu..?!”
“jadi sejak tadi kau mengira kita sedang latihan?”
“Tentu saja.. hapalan di tanganmu membuatku menarik kesimpulan seperti itu.. dan kau juga meminta komentarku!”
“Sudahlah.. yang penting kau tahu, bahwa wanita yg kumaksud adalah kau..Mengerti!”
“Mengerti!”
“Begitu saja? Kau tak ingin mengatakan sesuatu lagi?!”
“Mengatakan apa? Kau menyuruhku mengerti,, jadi aku mengerti”
“Jadi jika aku menyuruhmu mencintaku, kau juga akan mencintaiku?!”
“untuk hal yang baik.. Tentu saja..!”
“benarkah?! Kalau begitu, sejak saat ini, kau harus mencintaiku! Hahaha!”
“bukan sejak saat ini.. tapi sejak duluu.. Untuk yang satu itu.. tanpa kau menyuruhku..aku sudah mengalaminya tahu!”
“Sungguh?!”
“mm.. hmm..”
“Kau membuat ku malu! Kenapa tak ku katakan saja sejak dulu?! Hahaha..”
“huh...Bodoh!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar