“Oke, kau
duduklah!”
“Kau mau
apa?!”
“Duduklaah,
aku ingin menyampaikan sesuatu!”
“Sesuatu?!”
“Agh,
cerewet! Dengarkan saja!”
“Baiklaah..!”
“Mungkin
kalimat ‘aku mencintaimu’ terdengar aneh jika aku yang mengatakannya..karena..”
“jadi kau
menyuruhku untuk mengatakan ‘aku mencintaimu’? begitu?!”
“Bukaan..aku..”
“Oh, kau
sedang berpuisi?”
“Kau ini
tidak sabaran! Daritadi terus saja bertanya.. tugasmu sekarang hanya
mendengarku.. dan jangan tertawa!”
“baiklaah..lanjutkan!
membuatku ingin tahu saja!”
“Ku ulang
yah! Mungkin kalimat ‘aku mencintaimu’ terdengar aneh jika aku yang
mengatakannya.. karena aku..”
“hahaha..!”
“Sudah
kubilang jangan tertawa! Dengarkan saja.. tak usah berkomentar!”
“Baik..baik!”
“sampai di
mana tadi?!”
“karena aku...?”
“iyah,
karena aku... sudah tak tahu lagi dengan cara apa agar kau tahu perasaanku
sebenarnya..!”
“....”
“mengapa kau
diam saja? Dan kenapa kau memandangku seperti itu?!”
“Kau tadi melarangku
berkomentar! Kau lupa?!”
“sekarang
sudah boleh!”
“hhahaha!”
“Aku
menyuruhmu berkomentar.. bukan tertawa..!”
“Apanya yang
harus ku komentari?!”
“tentu saja
kata-kataku tadi!”
“oh, Kau
terlihat jelas menghapalkannya..!”
“Dari mana....dari
mana kau tahu?!”
“Kertas di
tanganmu itu.. aku melihatnya..! Hahahha..”
“mm...
maaf!”
“Kau minta
maaf? Kau ini lucu skali..hahah!”
“Daritadi
kau terus menertawakanku.. membuatku gugup saja!”
“Hey..! pantas
saja wajahmu me-merah!”
“Agh,
sudahlah.. biar bagaimanapun aku memang mencintaimu!”
“Begitu
caramu menyatakan cinta?!.. mana romantisnya!”
“Ayolaah..
kau mencintaiku juga atau tidak?!”
“Kau
bertanya padaku?”
“Siapa lagi
jika bukan kau! Dasar Bodoh!”
“Aku kira
kau sedang latihan menyatakan cinta untuk calon wanitamu.. kau memangnya sedang
menyukai siapa?! Katakan padaku! Biar kubantu..!”
“Apa yang
... Tuhaan..! Aku jadi tak mengerti!”
“hey.. siapa
wanita yang kau maksud itu..?!”
“jadi sejak
tadi kau mengira kita sedang latihan?”
“Tentu
saja.. hapalan di tanganmu membuatku menarik kesimpulan seperti itu.. dan kau
juga meminta komentarku!”
“Sudahlah..
yang penting kau tahu, bahwa wanita yg kumaksud adalah kau..Mengerti!”
“Mengerti!”
“Begitu
saja? Kau tak ingin mengatakan sesuatu lagi?!”
“Mengatakan
apa? Kau menyuruhku mengerti,, jadi aku mengerti”
“Jadi jika
aku menyuruhmu mencintaku, kau juga akan mencintaiku?!”
“untuk hal
yang baik.. Tentu saja..!”
“benarkah?!
Kalau begitu, sejak saat ini, kau harus mencintaiku! Hahaha!”
“bukan sejak
saat ini.. tapi sejak duluu.. Untuk yang satu itu.. tanpa kau menyuruhku..aku
sudah mengalaminya tahu!”
“Sungguh?!”
“mm.. hmm..”
“Kau membuat
ku malu! Kenapa tak ku katakan saja sejak dulu?! Hahaha..”
“huh...Bodoh!”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar