“Hey, kau
mencintaiku tidak?!”
“Maksudmu
mengatakan itu untuk apa?”
“yaa aku
hanya ingin tahu perasaanmu yang sebenarnya..”
“Ya ampun,
jadi secara tak langsung kau menyuruhku menyatakan perasaanku padamu lebih
dulu?! Yang benar saja. Sekalipun ada emansipasi di dunia ini, tapi tidak
berlaku untukku menyatakan cinta pada lelaki. Kau suruh aku ciptakan
keajaiban?!”
“jadi aku
harus bagaimana?”
“Kau harus
menyatakan perasaan lebih dulu padaku, baru keajaiban itu benar terjadi!”
“maksudmu
aku harus menyatakan cinta padamu?”
“Tentu saja...
Aaaagh, kau ini payah sekali. Hal seperti itu kau tanyakan lagi padaku!”
“tapi kan
aku sudah menyatakannya tadi!”
“Yang mana?!
Aku tak ingat!”
“itu, saat
ku tanyakan apa kau mencintaku atau tidak! Bagaimana?! Ingat?”
“agh, kau
ini benar-benar!! Kau katakan itu sebuah ungkapan cinta?! Kau tak bisa
membedakan kalimat pernyataan dengan kalimat pertanyaan? Aku tak mengerti kau
ini bodoh atau apa?!”
“tapi kan
secara tak langsung aku telah menyatakannya!”
“Jawabanmu
sesingkat itu?!”
“kau juga
bertanya singkat kan?! Bukan pernyataan cinta sperti itu yang ku inginkan..”
“jadi yang
bagaimana?!”
“aagh,,
lupakan saja lah. Pernyataan cinta seperti itu hanya formalitas bukan?!
“Oke.. jadi.. kau sudah menjadi pacarku?!”
“Oke.. jadi.. kau sudah menjadi pacarku?!”
“Iyyaah!!”
“Yess! Tapi
apa hanya seperti itu yang terjadi saat sepasang manusia disebut berpacaran?!”
“maksudmu?”
“Kau tak
ingin memelukku?!”
“itu juga cuma
improvisasi!”
“Ayolaah,
ini pacaran ku yang pertama.. ku harap bisa lanjut dengan hubungan yang serius
sih! Hehe! Ayo peluk aku!”
“Tidak mau!”
“Masa’
memelukku saja tidak mau! Kau pacaran kan baru kali ini, aku juga! Kau tak
ingin membuat moment ini lebih indah untuk dikenang nanti?!”
“baiklah,
kita ganti improvisasi itu dengan inovasi baru yang lebih kreatif. Bagaimana?!”
“Bagus! Kau
ada ide?”
“Tentu saja!
Barusaja muncul di kepalaku!”
“Oh ya?!
Bagaimana..? aku sudah tak sabar!”
“Nah, kau
harus menggendongku di punggungmu sampai aku tiba di rumah!”
“Apa? Dengan
cara seperti itu?!”
“Kau ini!
Dengan begitu kan secara tak langsung aku sudah memelukmu, dasar bodoh!”
“Iya juga!
Kalau begitu besok kau yang menggendongku. Hahaha!”
“Oh Tuhaan..
Mengapa aku harus mencintai orang iniii?!”
“Hahaha..
aku takkan se-tega itu membiarkan orang yang kusayangi menderita karenaku! Ayo,
naik ke punggungku! Dan kau tak usah menggendongku besok! Hahaha..”
“tak ingin aku
menderita karenamu... Kali ini kau ada kemajuan dalam kata-kata..hahaha!”
“itu karena
aku mencintaimu, tahu! Jangan banyak bicara.. naiklah!”
“Baiklah, baiklaah..aku
mengerti!”
created by Me

Tidak ada komentar:
Posting Komentar